Ketika Peserta Sekolah Ranting Disuguhi Gulai Kambing

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet menggelar Sekolah Ranting tiap dua minggu selama 3 bulan dari Juni sampai Agustus. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat MWCNU Pacet tersebut diikuti delegasi seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), tak kurang dari 60 orang dari 13 desa.

Sekolah Ranting dimulai pukul 14.00 sampai 16.30 yang diisi dengan dua narasumber. Pada pertemuan ketiga ini, Kamis (10/7/2025) pemateri pertama adalah Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani dan Redaktur NU Online Abdullah Alawi.


Selepas kegiatan, panitia Sekolah Ranting para peserta dipersilakan menikmati makan dengan lauk gulai kepala dan kaki kambing sumbangan dari Ketua Kelas Ranting KH Umar Abdul Aziz, Ketua PRNU Maruyung. Sebagian biaya diperoleh dari pengurus ranting.


Hidangan tersebut, merupakan buah tangan dari 4 orang yaitu Adi Baharuddin, Mausuludin, Deden Syamsu Romli, dan Hasan Nurhuda.


Proses memasak, sebagian dilakukan di kediaman Adi Bahrudin. Setelah matang dibawa ke kantor MWCNU.


Di Balik Cerita Adi Baharuddin Jago Masak


Waktu mondok di salah satu pesantren yang ada di Pacet, Badrul Ulum Sinapeul pada 2008, Adi bisa dikatakan tidak bisa memasak sama sekali. Saat itu, kebutuhan makan dipenuhi di kediaman kakaknya yang tak jauh dari pesantren.


“Kalau untuk tidur dan yang lainnya silakan boleh di kobong, tapi untuk makan harus pulang ke rumah," tutur Adi menirukan permintaan kakaknya waktu itu. 


Adi mulai suka masak setelah setelah kuliah di Universitas Bale Bandung (UNIBA) pada 2015.

Waktu itu, ia termotivasi ibunya yang dikenal banyak orang karena masakannya. Karena itulah dia punya keinginan seperti ibunya.


Adi pun mulai belajar sendiri dengan giat dan penuh semangat dengan menonton tutorial memasak di TikTok dan YouTube. Namun, menonton tentu saja tidak cukup, tapi harus mempraktikkanya. 


Ia pun mencoba-coba memasak dengan takaran bumbu berdasarkan insting sendiri setelah bertanya kepada ibu atau kakaknya.


Lama-kelamaan, ia terbukti terampil sehingga sering disuruh memasak, salah satunya oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darun Niam dan saat menyuguhi para peserta Sekolah Ranting. 


Pewarta: Deden Syamsu Romli

Editor: Abdullah Alawi 


Comments

Popular posts from this blog

Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid

Ribuan Santri Pacet Ngariung di Lapangan Cipeujeuh Peringati Hari Santri